RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Warga Kota Bekasi diimbau untuk tidak menggelar konvoi saat malam takbiran. Takbiran keliling tidak dianjurkan, menggemakan asma Allah SWT pun cukup dilakukan di masjid dan musala.

Demikian salah satu poin dalam Surat Imbauan Malam Takbiran hasil kesepakatan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Bekasi dengan Majelis Ulama Indonesia Kota Bekasi.

“Imbauan ini diterbitkan demi menciptakan suasana kondusif, aman terkendali saat malam takbiran,” ucap Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Polisi Indarto usai penandatanganan di Markas Polrestro Bekasi Kota, Kamis 14 Juni 2018. Selain Indarto, Penjabat Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah, Komandan Distrik Militer 0507 Bekasi Letkol Arm Abdi Wirawan, dan Ketua MUI Kota Bekasi Zamakhasyari, turut menandatangani surat imbauan tersebut.

Dalam imbauan tersebut, ada lima poin yang tercantum. Pertama, ajakan untuk menggemakan takbir asma Allah SWT dengan khusuk dan khidmat. Kedua, menjadikan masjid, musala, dan langgar sebagai tempat kegiatan malam takbiran bersama masyarakat sekitar. Ketiga, tidak melakukan takbiran keliling, baik menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat, sehingga tidak melakukan hal yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Keempat, tidak memasang petasan, mercon, kembang api, dan alat berbahaya lain yang dapat mengganggu ketertiban umum dan mengurangi kekhidmatan malam takbiran. Kelima, merayakan hari kemenangan dengan melakukan kegiatan positif dan bermanfaat bagi orang lain sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Pemerintah Kota Bandung juga mengimbau masyarakat tidak menggelar takbir keliling di ruas-ruas jalan protokol dan lebih menganjurkan pelaksanaan takbir di masjid-masjid.

“Saya lebih menganjurkan takbiran di masjid masing-masing, tidak usah takbiran keliling,” ujar Penjabat Sementara Wali Kota Bandung, Muhammad Solihin, saat meninjau kelancaran arus mudik di Terminal Leuwipanjang.

Solihin mengatakan imbauan tersebut disampaikan dengan maksud untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti membuat kemacetan dan kecelakaan.

Menurutnya, akan lebih baik jika masyarakat khususnya pemuda menggelar takbir keliling di lingkungan RW-nya masing-masing.

Selain menghindari kemacetan, juga lebih kepada menjaga daerahnya, seiring dengan banyaknya rumah yang ditinggal mudik.

“Banyak risikonya kalau takbir keliling. Jadi lebih baik kalau mau keliling di RW-nya masing-masing,” kata dia.***


Selengkapnya