Pertemuan G20/ANTARA FOTO
SEJUMLAH anggota delegasi berbincang informal menjelang Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G20 dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF – World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Jumat 12 Oktober 2018. Pertemuan yang dipimpin oleh delegasi Argentina tersebut fokus membahas tantangan terbesar yang akan dihadapi ekonomi global.*

NUSA DUA, (PR).- Penyelenggaraan Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia 2018 (Anual Metings IMF and World Bank /AM IMF WB) memberikan dampak langsung terhadap pariwisata setidaknya satu triliun rupiah. Sebanyak 2.600 paket wisata yang ditawarkan pada peserta habis sebelum puncak Pertemuan pada Jumat 12 Oktober 2018.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengatakan setiap delegasi rata-rata menghabiskan ‎2.500 Dolar AS. Sebagian delegasi tersebut juga membawa keluarganya.

Menurut Yahya, para delegasi tersebut tidak hanya mengikuti pertemuan formal namun juga sekaligus berwisata ke beberapa wilayah di Indonesia terutama Bali. “Sebanyak 95 %  memilih Bali,” ujar dia saat ditemui di sela penyelenggaraan AM IMF WB, di Nusa Dua, Bali, Jumat 12 Oktober 2018.

Dia mengatakan, sebanyak 600 paket pariwisata ke Bali yang ditawarkan panitia sudah habis. Secara keseluruhan, paket wisata yang tercatat yang telah diambil sebanyak 2.600 paket.

Menurut Arief, harga paket yang ditawarkan mulai dari 75 Dolar AS sampai 2.000 Dolar AS. Paket wisata tersebut dikelola oleh asosiasi travel Indonesia. “Pemerintah hanya fasilitasi, yang kelola Asita. Paket wisata 2000 Dolar AS misalnya, selama tiga hari dua malam di Labuan Bajo dengan menggunakan kapal boat,” ujar dia.

Bencana alam pengaruhi kunjungan

Menanggapi bencana banyak alam yang terjadi, Arief mengatakan bahwa hal itu berpengaruh pada pendapatan parwisata di Indonesia. Banyak wisatawan asing yang membatalkan perjalanan karena lokasi wisata terkena bencana alam.

‎”Tentunya seperti itu, tapi angka yang pasti belum kita dapatkan. Kalau lombok, sudah dapat sekitar 100.000 yang membatalkan per bulan, mulai 6 Agustus sampai 6 September,” ujar dia.

Sementara untuk bencana Sulawesi Tengah, dampaknya tidak terlalu sebesar Lombok. Sebab, jumlah wisatawan asing yang datang ke tempat‎ itu tidak terlalu banyak.

Meskipun demikian, pengaruh bencana tersebut sebenarnya tidak berdampak pada hanya satu titik, namun juga tempat lainnya di Indonesia.‎ “Karena orang tidak tahu lombok tempatnya di mana, dan Palu tempatnya di mana,” kata dia. 

Pertamuan Tahunan IMF berlangsung sejak 8-14 Oktober 2018 di Nusa Dua, Bali. Hingga Kamis 11 Oktober 2018, jumlah peserta yang terdaftar sebanyak 36.058 orang. Sebagian besar merupakan delegasi, partisipan, parlemen, dan pendukung acara. Acara ini juga dihadiri oleh lima kepala negara.***


Selengkapnya