Gunung Rinjani/ANTARA
Panorama puncak Gunung Rinjani tertutup awan terlihat dari Selat Alas di Sumbawa Barat, NTB, Jumat, 6 April 2018 lalu.*

MATARAM, (PR).- Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Faozal mengatakan siap mempertahankan status Gunung Rinjani yang telah menjadi bagian dari jaringan Geopark Dunia atau UNESCO Global Geopark (UGG).

“Setelah Rinjani menjadi bagian dari jaringan Geopark Dunia atau UNESCO Global Geopark (UGG), tugas terberat kita selanjutnya adalah mempertahankan status global geopark. Nah inilah yang kita harus rumuskan bersama untuk mengawal itu,” kata Faozal di Mataram, Selasa, 17 April 2018, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Menurut dia, untuk mempertahankan status tersebut, pemerintah daerah tidak bisa sendiri. Seluruh pihak diharapkan terlibat di dalamnya.

Salah satunya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mengelola Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR).

“TNGR selaku pengelola kawasan bersama kita kepentingannya sama di pariwisata. Contoh kasus sampah tidak selesai selesai oleh taman nasional, maka dibutuhkan ada pihak yang lain ikut membantu untuk membersihkan,” ujarnya.

Selain itu, dia menuturkan, tugas berat selanjutnya adalah meyakinkan masyarakat lingkar kawasan Gunung Rinjani pada kepentingan yang sama, yakni menjaga lingkungan sekitar tetap terjaga dengan baik.

“Nah edukasi masyarakat penting, melibatkan masyarakat lokal. Termasuk, kebersamaan antar stakeholder ini juga penting harus tetap terjaga,” ucap Faozal.

Dia mengatakan pendapatan taman nasional yang masuk dalam pendapatan negara nonpajak itu tidak berbanding lurus dengan anggaran yang tersedia di Taman Nasional Gunung Rinjani.

Akibat dari anggaran yang kurang itulah, maka ada beberapa aspek yang kurang terlengkapi di Gunung Rinjani.

“Pemasukan Gunung Rinjani itu banyak tapi tidak sebanding dengan anggaran yang diterima oleh pihak taman nasional. Yang mana, anggaran itu nantinya juga digunakan untuk mengelola dan membuat Gunung Rinjani lebih nyaman didatangi,” tegasnya.

Mantan Kepala Museum NTB menambahkan dampak pariwisata dengan peningkatan status geopark sudah pasti ada sebab 80 persen menjadi kawasan wisata.***


Selengkapnya